Artikel
Menggiring Siswa Menulis Puisi Berdasarkan Media Iklan Televisi

Menggiring Siswa Menulis Puisi Berdasarkan Media Iklan Televisi

Oleh : Tita Mukti Hikmah
Guru pada MAN 2 Kota Bogor

Jenis puisi di Indonesia sebagai kreasi manusia selalu berkembang dari masa ke masa. Perkembangan puisi merupakan refleksi pemikiran penyair dalam menyikapi zaman, sekaligus menyikapi perpuisian itu sendiri. Akan tetapi, walaupun puisi berubah menjadi seribu macam bentuk, ada yang tetap melakat dalam puisi sebagai hakekatnya, yaitu menyampaikan sesuatu secara langsung.

Secara etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poesis, yang berarti membangun, membentuk, membuat, menciptakan. Sedangkan kata poet dalam tradisi Yunani Kuno berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya

Ahli-ahli sastra banyak yang membedakan dan membagi perpuisian Indonesia menjadi puisi lama dan puisi baru. Namun, apa yang disebut puisi lama itu masih tetap diapresiasi dan diproduksi sampai saat ini. Disamping itu, puisi baru juga tidak bisa melepaskan puisi lama karena ia bisa jadi ilham yang penuh keindahan untuk digarap.

Seperti halnya penulisan puisi tak terbatas pada pengalaman si penyair ataupun pengalaman  orang lain yang didengar penyair, banyak cara untuk menuangkan puisi bisa dari berbagai hal, apalagi di zaman milenial yang mengandalkan teknologi.

Menurut Kamus istilah Sastra (Sudjimanm 1984), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

Carlyle mengemukakan bahwa puisi adalah pemikiran yang bersifat musikal, kata-katanya disusun sedemikian rupa, sehingga menonjolkan rangkaian bunyi yang merdu seperti musik.

Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup. Misalnya saja peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam.

Dari definisi-definisi di atas memang seolah terdapat perbedaan pemikiran, namun tetap terdapat benang merah. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:7) menyimpulkan bahwa pengertian puisi di atas terdapat garis-garis besar tentang puisi itu sebenarnya. Unsur-unsur itu berupa emosi, imajinas, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur.

Untuk menuliskan sebuah puisi banyak cara orang menuangkannya, apakah itu berdasarkan pengalaman dirinya sendiri ataupun pengalaman orang lain baik secara visual ataupun audio, baik secara langsung melihat keadaan sekitar ataupun tidak langsung. Tidak ada patokan baku dalam menuangkan ide untuk menjadi sebuah puisi, namun untuk memudahkan dalam menuangkan puisi banyak cara yang bisa dilakukan, karena menulis  puisi merupakan salah satu bentuk menulis kreatif, maka diperlukan ide untuk menuliskannnaya.

Cara menulis puisi:
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menulis puisi adalah sebagai berikut.

  1. Menentukan jenis puisi yang hendak dibuat.
  2. Menentukan tema dan pesan yang hendak disampaikan.
  3. Mengembangkan tema menjadi kalimat berdasarkan hasil imajinasi.
  4. Menuangkan ide dalam uraian kata-kata yang sesuai kaidah puisi.

Menulis puisi dapat digunakan sebagai salah satu kegiatan untuk menyalurkan kreativitas yang dimiliki seseorang dalam bentuk tulisan yang indah dan menarik. Namun masih banyak  siswa kesulitan dalam  merangkai kata-kata dan mengembangkan imajinasi dalam menulis puisi, tidak antusiasnya dalam menulis puisi,kurangnya membaca dan perbendaharaan kata  dalam menuliskan puisi, keterbatasan siswa dalam diksi dan pemilihan kata, maka untuk itu diperlukan  media pengalaman di sekitar dalam  menuliskan ide agar  menjadi bentuk puisi diperlukanlah media yang menarik perhatian.

Kesulitan lain yang terjadi pada siswa dalam pembelajaran menulis puisi ini biasanya keterbatasan siswa dalam diksi dan pemilihan kata. Hal ini dapat dilihat dari siswa yang masih kesulitan mencari padanan kata yang sesuai dalam puisinya. Permasalahan lain yang terjadi dalam pembelajaran menulis puisi yaitu pemilihan media pembelajaran yang kurang variatif tentunya ini merupakan bagian dari peran serta guru sebagai fasilitator. Penggunaan media yang kurang variatif menyebabkan siswa sulit mengembangkan kemampuan menulis terutama menulis puisi.

Untuk meringankan kesulitan siswa dalam merangsang  imajinasi dan ide untuk menuliskan puisinya Media tersebut dapat ditemukan pada media yang dapat dilihat, didengar dan dirasakan seperti media audiovisual. Salah satu media audiovisual yang dapat digunakan    dalam menulis puisi adalah  iklan televisi.  Iklan televisi dapat memunculkan imajinasi melalui pengamatan berbagai peristiwa yang muncul. Media televisi juga sebagai ajang komersil yang sebenarnya jika di gunakan dengan bijaksana   menjadi sebuah karya yang mendapatkan hasil, tentu dalam hal ini sebagai hasil dari proses berimajinasi yang menghasilkan karya diantaranya sebuah puisi,

Bagi seorang guru bahasa dan sastra tentu saja harus inovatif, variatif dalam mencari media penunjang untuk kelancaran dalam KBM. Diantara media pembelajaran yang lain media elektronik sudah tidak asing lagi sebagai media pembelajaran, selain HP, laptop, internet dan lain-lain,  media  televise bisa menjadi sebuah media penunjang. Untuk mendapatkan karya kreativitas yang baru iklan televise salah satu unsur imajinasi yang bisa menjadikan sebuah karya berbentuk puisi. Menulis sebuah puisi disamping dari pengalaman sendiri dan pengalaman di sekitar iklan televise sebagai salah satu media elektronik yang mampu menciptakan imanjinasi.

Untuk menggiring siswa dalam menulis puisi berdasarkan iklan televisi maka langkah-langkah  yang harus diperhatikan meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

Pertama melalui tahapan perencanaan,  menulis puisi dengan media iklan televisi yang dilakukan diharapkan siswa mampu melalui prosesnya melalui penentuan ide, Ide merupakan sebuah gagasan atau sentral untuk mengembangkan imanjinasi menjadi sebuah rangkaian kata-kata. Tahap penentuan ide bisa juga terlihat dari siswa yang aktif bertanya jawab,untuk memastikan kesesuaian ide dengan peristiwa yang muncul dalam iklan televise.

Kedua pengendapan ide, Proses pengendapan layaknya berhubungan dengan tahapan menyunting. tahap pengendapan ide bisa terlihat ketika siswa aktif mencermati pokok peristiwa dan mengembangkan jawaban menjadi lebih rinci. Sebagai tahapan dalam proses menulis, pengendapan atau inkubasi merupakan fase yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Dalam fase inilah hal-hal yang berkaitan dengan isi, bahasa, dan sistematika tulisan direnungkan kembali.

Ketiga, tahap penulisan siswa aktif menggunakan rincian jawaban sebagai acuan dalam menulis puisi,  apapun yang ada dalam pikiran dituangkan dalam rangkaian kata-kata walauu masih dalam bentuk  puisi mentah yang masih  perlu perbaikan sehingga menjadi puisi yang utuh. Setelah itu, kita boleh mengoreksi dan menyunting tulisan setelah melalui masa inkubasi atau pengendapan.  Jika perlu perbaikan, kita dapat melakukannya pada tahap revisi. Pada fase revisi inilah kita melakukan pengeditan atau penyuntingan,penulisan, serta perbaikan.

Keempat Tahap penyuntingan dan perbaikan, siswa aktif menandai dan memperbaiki kesalahan serta bertanggungjawab menyelesaikan tugas menulis tepat waktu dan pada akhir pembelajaran siswa percaya diri mengungkapkan perasaan saat mengikuti pembelajaran menulis puisi.

Maka jelaslah melalui tahapan-tahapan tersebut diharapkan siswa mampu mengekspresikan ide-ide, hasrat, ungkapan hati dan imajinasi yang sebelumnya sulit untuk diungkapkan, melalui iklan televise mampu menambah khasanah perbendaharaan kata, pilihan kata, serta padanan kata menjadi puisi utuh yang dapat dinikmati baik oleh penulis ataupun pembacanya hanya dengan berimajinasi berdasarkan iklan televisi. Jadi Ide Penggunaan media iklan televisi juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan menulis siswa baik puisi ataupun karya sastra lainya. Adapun bagi guru diharapkan dengan  menggunakan media iklan televisi dalam pembelajaran menulis puisi atau menulis kreatif lainnya. Dengan memiliki niat ingin menulis puisi yang selalu dibaca, dinikmati, dan dikenang sepanjang waktu oleh siapapun yang menaruh perhatian terhadap dunia literasi, terutama karya sastra dalam bentuk puisi melalui media iklan televisi.

http://mulok.library.um.ac.id/index3.php/80131.html

https://www.qureta.com/post/pengendapan-fase-penting-yang-sering-terlewati-dalam-menulis