Berita
Pelatihan PAI SD di Kab. Mempawah

Pelatihan PAI SD di Kab. Mempawah

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, Mi’rad, mengecam maraknya ujaran kebencian yang akhir-akhir ini terjadi di tengah masyarakat. Dirinya menyayangkan kejadian tersebut.

Hal itu dikatakan Mi’rad ketika membuka kegiatan Pelatihan Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar bagi para guru di lingkungan Kantor Kemenag Mempawah, 24-29 Januari 2022 di MTs Negeri 1 Mempawah.

“Kita menyesalkan maraknya ujaran kebencian yang melukai suku, agama, daerah yang dilontarkan oknum-oknum yang kurang faham dalam menjaga kerukunan di masyarakat. Perbuatan itu membuat kegaduhan. Merusak suasana kerukunan yang telah dibina selama ini,” ungkap Mi’rad.

Kementerian Agama, lanjut Mi’rad, mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

“Visi Kementerian Agama membangun Kementerian yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang soleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju, berdaulat dan berkepribadian berdasarkan gotong royong,” ujar Mi’rad.

Karena itu, ia mengajak semua ASN Kementerian Agama dan elemen masyarakat untuk saling membahu mewujudkan visi Kementerian Agama yang sangat luar biasa ini.

“Tugas kita hendaknya menjadi duta moderasi beragama di tengah masyarakat. Menjadi juru damai. Bijak dalam bermedia sosial,” nasihat Mi’rad.

Ketua Panitia Pelaksana, Hendrayogi menjelaskan, kegiatan diklat ini bertujuan untuk terwujudnya guru PAI yang profesional. Adapun lamanya diklat dilakukan selama 50 jam pelajaran.

Dilaksanakan pada 24 hingga 29 Januari 2022, kegiatan ini dibiayai dari DIPA BDK Jakarta. Peserta merupakan 30 guru PAI Kabupaten Mempawah.

Sementara bertindak sebagai pengajar, pejabat Kemenag Mempawah dan Widyaiswara BDK Jakarta.

“Kehadiran minimal 85 persen. Nilai minimal 76 lulus dan dapatkan sertifikat pelatihan,” kata lelaki berkaca mata yang akrab disapa Pak Hendra ini.

Kasubbag Tata Usaha Kemenag Mempawah, Ishak, menambahkan, peserta yang hadir ini merupakan yang terpilih karena kuotanya terbatas.

“Karena itu, para guru ini harus punya komitmen untuk serius mengikuti diklat dan menyebarluaskannya kembali kepada rekan sejawat yang belum memiliki kesempatan mengikuti diklat,” kata Ishak.

Di tempat yang sama, Ahmad Murtada, Guru PAI SDN 22 Siantan, yang menjadi salah satu peserta menyampaikan apresiasinya kepada Kemenag Mempawah yang telah berkolaborasi dan bersinergi dengan BDK.

Menurut dia, adanya pelatihan secara ofline menambah wawasan dan meningkatkan profesionalitas mereka sebagai guru. Materi yang disajikan sangat penting. Guru perlu di-upgrade untuk menyesuaikan kebutuhan zaman.

Sekarang ini, guru dituntut untuk memiliki kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Ditambah lagi kompetensi leadership dan kompetensi religius.

“Karena itu, kami harus siap menjadi guru sebagai garda terdepan dalam membumikan moderasi beragama kepada peserta didik,” ujarnya