Top
    bdkjakarta@kemenag.go.id
(021) 4803577 / Fax. (021) 4803578
KAMPANYE MKM (MANAJEMEN KEBERSIHAN MENSTRUASI ) BAGI REMAJA

KAMPANYE MKM (MANAJEMEN KEBERSIHAN MENSTRUASI ) BAGI REMAJA

Kamis, 12 November 2020
Kategori : Artikel
369 kali dibaca

Oleh : Masruroh Diah Permata
Guru Bimbingan Konseling pada MTs Negeri 2 Tangerang

Menjadi seorang remaja saat ini adalah hal yang tidak mudah. Efek dari Corona virus ( Covid-19) bisa membuat mereka semakin sulit. Dengan ditutupnya sekolah dan dibatalkannya berbagai acara, banyak remaja kehilangan beberapa moment besar di kehidupan mereka, seperti aktivitas dengan teman sebaya maupun berpartisipasi aktif di kelas belajar. Belajar di rumah, menjaga kesehatan dan kebersihan adalah suatu upaya dalam rangka mencegah terjangkitnya virus corona. Tumbuh menjadi remaja sehat dan bersih merupakan prioritas utama yg dapat menunjang segala aktivitas mereka. Sehat dan bersih merupakan keadaan aman secara fisik, mental, dan sosial

Sanitasi sekolah/madrasah merupakan langkah awal mewujudkan lingkungan belajar yang sehat. Namun sayangnya tidak semua sekolah/madrasah di Indonesia memperhatikan kesehatan lingkungan sekolah/madrasahnya, padahal buruknya sanitasi sekolah dapat mempengaruhi kualitas pendidikan, seperti hilangnya waktu belajar dan menurunkan produktivitas siswa.

Pemerintah Kabupaten Tangerang ( PEMKAB ) Tangerang tidak main-main soal sanitasi sekolah / Madrasah (Sanisek). Saat ini Sanisek sudah menjadi satu dari 25 program unggulan Kabupaten Tangerang. Satu alasan terpenting karena Sekolah/Madrasah merupakan wadah pendidikan yang secara sengaja dibangun dan diadakan sanisek semata-mata agar didalamnya terjadi jalinan komunikasi antara pendidik dan siswa (terdidik), Tujuannya jelas, supaya ilmu dapat diperoleh dari para pendidik di sekolah/madrasah, demi masa depan yang lebih baik.

Salah satu program yang merupakan bagian yang terintegrasi dari program sanisek dan program kurasaki adalah program MKM (Manajemen Kebersihan Menstruasi ). Pemerintah Kabupaten Tangerang dan UNICEF bekerjasama menandatangani komitmen bersama pelaku dan pemerhati pendidikan untuk peduli Manajemen Kebersihan menstruasi bagi anak sekolah. Tentunya dukungan multipihak sangat penting dalam upaya mendukung sharing knowledge tentang MKM bagi remaja perempuan dan laki-laki di sekolah/madrasah.

Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) di Indonesia merupakan bagian dari program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Perhatian khusus perlu diberikan kepada MKM, karena isu sangat terkait erat dengan beberapa target Sustainable Development Goals, Kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, serta permasalahan air bersih dan sanitasi layak.

MKM adalah cara mengelola kebersihan dari aspek sarana prasarana, edukasi dan sosial dalam lingkup madrasah. Program MKM di madrasah kami, MTsN 2 Tangerang adalah tepat sasaran. Banyak remaja perempuan tidak memiliki pemahaman yang tepat bahwa menstruasi mereka adalah proses biologis yang normal, mereka justru baru mengenalnya pada saat pertama kali mengalami menstruasi. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa perempuan seringkali kesulitan mengakses informasi terkait kebersihan menstruasi karena stigma tabu yang masih melingkupi masyarakat ketika berbicara tentang menstruasi. Oleh karena itu, edukasi tentang menstruasi mutlak diperlukan.

Disinilah perlunya kita gencar mempromosikan pentingnya MKM, Karena ternyata masih banyak mitos dan mispersepsi tentang menstruasi yang menghambat remaja perempuan untuk mengelola menstruasi secara bersih dan sehat. Unicef sudah melakukan penelitian sejak 2015 bahwa banyak sekolah yang kurang memperhatikan permasalahan menstruasi di sekolah. Dari hasil penelitian Unicef, berhasil memotret 3 permasalahan utama tentang MKM, yaitu akses informasi yang terbatas, kualitas informasi yang kurang memadai, dan sarana sanitasi sekolah yang tidak mendukung.

Awal Desember menjadi pengalaman baru bagi guru-guru Pembina UKS di SMP/MTs di Kabupaten Tangerang untuk mengikuti pelatihan MKM. Para Guru dibekali banyak pengetahuan seputar MKM dan Pubertas. Tujuan pelatihan antara lain para guru akan menjadi center of information dan fasilitator di sekolah masing-masing. Menjadi pendamping terbaik buat para peserta didik terkait informasi akurat seputar MKM.

Untuk mensosialisasikan MKM di madrasah, melalui program UKS, Unicef telah menyusun buku cerita MKM dengan judul khusus “Rahasia Dua Dunia ”sebagai suatu cara inovatif dan kreatif dalam mengedukasi remaja perempuan dan laki-laki tentang kebersihan menstruasi dan pubertas. Buku cerita ini menerangkan menstruasi dengan kata_kata sederhana dan ilustrasi sesuai usia sasaran pembaca. Dirancang untuk anak-anak pada usia menjelang pubertas, buku ini bisa dibaca dari kedua sisi, satu sisi untuk anak perempuan dan sisi lain untuk anak laki-laki.

Kedua segmen komik menjelaskan menstruasi sebagai peristiwa alamiah yang terjadi setiap bulan dan memungkinkan perempuan untuk mengandung. Di sisi anak perempuan, ada informasi lebih banyak mengenai tindakan pengelolaan semasa menstruasi, termasuk kebersihan diri dan praktik sanitasi, ada saran jika merasa tidak nyaman atau sakit, dan kiat jika terdapat noda darah pada pakaian saat berada di sekolah. Sementara dari sisi anak lelaki, pembaca diingatkan agar memperlakukan teman perempuan mereka dengan baik, tidak mengejek atau mengolok-olok, dan bersedia membantu jika dibutuhkan.

Pada proses sosialisasi buku cerita ini, para peserta didik mendapatkan informasi secara bertahap melalui kegiatan pembelajaran di kelas sejak Januari 2019 sampai saat ini secara daring. Informasi ini kami sampaikan melalui jam pembelajaran khusus Layanan Informasi yang kami kelola bersama tim guru Bimbingan dan Konseling. Informasi melalui buku cerita ini kami berharap para peserta didik, baik remaja perempuan maupun remaja laki-laki mampu memahami manfaat dan mendapatkan keterampilan baru berkaitan dengan sanitasi dan MKM.

Selain buku cerita, ada pula aplikasi OKy. Oky adalah aplikasi ponsel yang ditujukan untuk membantu remaja perempuan lebih percaya diri ketika menstruasi dan menjadikannya sebagai pengalaman yang lebih menyenangkan. Melalui Oky, pengguna bisa melacak siklus menstruasi bulanan, serta belajar tentang menstruasi dengan cara yang menyenangkan. Dengan kata lain aplikasi Oky yang dikembangkan unicef dapat membantu penggunanya memantau jadwal dan memberikan informasi penting lain seputar menstruasi. Menurut Clarin Hayes, seorang influencer dan dokter ‘ Oky dapat diibaratkan sebagai jurnal menstruasi digital, sehingga memudahkan kita memantau dan memperkirakan menstruasi yang akan datang.

Madrasah juga mengupayakan, mendorong remaja laki-laki menggunakan aplikasi ini. “siapa bilang menstruasi hanya urusan anak perempuan..?anak laki-laki juga perlu tahu. Anak lelaki harus turut serta menciptakan lingkungan yang bersahabat untuk anak perempuan yang sedang mengalami menstruasi. Caranya adalah dengan bersikap hormat dan memberikan solusi, bukan menambah rasa takut atau beban. Mereka (anak lelaki) perlu mendapat pemahaman agar tidak melakukan bullying.

Buku cerita MKM dan aplikasi Oky adalah menjadi bagian dari program kampanye untuk mengedukasi kepada remaja perempuan dan remaja laki-laki di lingkungan madrasah. Kita perlu mengingat kembali pentingnya MKM sebagai upaya pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat anak perempuan mengalami menstruasi. MKM yang kurang baik dapat mempengaruhi kesehatan, pendidikan, dan aktivitas sosial .

Bersama MKM madrasah berupaya menciptakan lingkungan yang sehat untuk kenyamanan remaja perempuan dan remaja laki-laki. Isu Manajemen Kebersihan Menstruasi diangkat karena ketidak adilan gender pada anak perempuan saat menstruasi, diakibatkan karena masyarakat belum sadar dengan menstruasi. Menurut Herie ferdian ( plan International Indonesia ) lima dari sepuluh anak perempuan yang sedang menstruasi sengaja tidak datang kesekolah karena bingung saat membersihkan pembalut. Sebagian lagi pulang kerumah dan tidak kembali kesekolah , karena sarana membersihkan menstruasi tidak memadai.

Berdasarkan pengalaman tersebut, kebijakan madrasah perlu diperkuat dan disepakati, harus ada program spesifik dan diimplementasikan di lingkungan madrasah. Melalui wadah UKS, MKM hadir menjadi saran terbaik dan solusi atas fakta sesungguhnya terkait menstruasi. MKM memiliki peranan penting saat remaja perempuan menstruasi. Khususnya Kebutuhan akan pembalut cadangan dianggap sangat mendesak.

Kutipan dari Wash specialist Unicef Indonesia, RezaHendrawan, mengungkapkan, kebutuhan akan pembalut cadangan harus segera disediakan oleh pihak sekolah. Karena setidaknya minimal empat jam sekali harus diganti. Terlebih waktu anak remaja lebih banyak dihabiskan disekolah, sehingga pembalut cadangan itu sangat diperlukan. Apalagi sekarang banyak sekolah yang jam belajarnya panjang sampai sore, seperti di madrasah, dikhawatirkan jika tidak diganti akan menimbulkan penyakit.

Pembalut cadangan telah kami sediakan di fasilitas MKM, yaitu toilet khusus anak perempuan yang ramah lingkungan. WC harus terpisah untuk anak laki-laki dan perempuan, ada tempat sampah, ada sarana cuci tangan, tisu dan tentunya pembalut. Kondisi seperti ini adalah upaya kami, untuk menciptakan sanitasi yang baik di lingkungan madrasah. Menciptakan kenyamanan anak saat mereka membutuhkan keadaan darurat harus ke toilet.

Diakhir, kampanye MKM di lingkungan madrasah bertujuan untuk mendorong kepedulian semua pihak agar terlibat dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja perempuan mengenai pola hidup yang bersih dan sehat ketika menstruasi, serta mendorong mengambil kebijakan MKM sebagai bagian dari pedoman kesehatan reproduksi remaja.


Sumber :

Penulis : Masruroh Diah Permata

Editor : Ika Berdiati

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP