Berita
Pelatihan Pendekatan Saintifik dalam pembelajaran MA di Kota Jakarta Barat

Pelatihan Pendekatan Saintifik dalam pembelajaran MA di Kota Jakarta Barat

Pelaksanaan Pelatihan Pendekatan Saintifik dalam pembelajaran Madrasah Aliyah (MA) pada Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat diawali dengan kegiatan pembukaan yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakbar beserta jajarannya, panitia dari BDK Jakarta dan peserta.

Bertempat di aula MTs Negeri 10 Jakarta Barat acara ini dihadiri oleh 30 orang peserta lengkap yang terdiri dari Guru-guru berbagai mata pelajaran dari MAN yang berada di lingkungan Kankemenag Kota Jakarta Barat

Mewakili penanggung jawab program, Tim dari BDK Jakarta Sandhy Angelia M., melaporkan rencana pelaksanaan Pelatihan Saintifik dalam Pembelajaran Madrasah Aliyah (MA) ini akan berlangsung selama 6 hari dalam hitungan 50 jam pelatihan (JP), lebih lanjut dijelaskan pula olehnya terkait dengan: kompisisi materi, tenaga pengajar, tata tertib, hak dan kewajiban peserta serta evaluasi. Balai Diklat Keagamaan Jakarta sebutnya sebagai Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang memiliki tupoksi menyelenggaraan pelatihan berupaya turut memajukan SDM Kementerian Agama dan berharap pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan semacam ini dapat diikuiti seluruh peserta dengan antusias, mengerahkan segala daya pikir, ide dan sharing ilmu yang bermanfaat sehingga nantinya dapat diimplementasikan pada satuan kerja masing-masing peserta.

Dilanjutkan dengan sambutan dan membuka secara resmi pelatihan ini, H. Mukhobar selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakbar mengawalinya dengan pantun gembira dan membuat peserta bertepuk tangan riuh riang. Beliau menyampaikan bahwa para guru harus memiliki visi dan misi kedepan. Tumbuh dan kembangkan ilmu di dalam hati ujarnya, sehingga kelak generasi penerus bangsa yang menjadi pemimpin mampu menjalankan roda dengan baik. Seorang guru wajib memiliki pandangan kedepan agar membangun generasi maju yang memiliki daya saing, kemudian juga memiliki visi untuk membangun dirinya menjadi sosok yang bermanfaat bagi sesama. Khoirunnas anfauhum linnas yakni sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Lebih lanjut dalam arahannya beliau menyampaikan hal-hal terkait dengan Sumber Daya Manusia yakni bagaimana berdisiplin dalam pembelajaran, dalam keluarga, dengan pergaulan teman-teman sejawat. Guru harus hadir ditengah-tengah semuanya, selain itu guru juga wajib beradaptasi dengan perkembangan zaman, menjadi guru yang melek teknologi juga berjiwa entrepreuneur seperti tauladan kita Rasulullah SAW. Terakhir kata kunci yang harus juga dimiliki adalah syukur. Mensyukuri segala kondisi yang ada, yang diterima sehingga akan melapangkan hati. Terakhir tidak lupa beliau menyampaikan pentingnya tetap menjaga prokes, mencuci tangan, menghindari kerumunan, tertib memakai masker.

Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses, bermanfaat baik bagi internal Balai Diklat Keagaamaan Jakarta terutama untuk stakeholders seluruh ASN di wilayah kerja terkait.