
KSM OH KSM….Ayo Jakarta Juara!!!
Oleh : Yuliana Dwi Asworo
Guru Kimia pada MAN 10 Jakarta
Setiap makhluk hidup pasti mengalami kompetisi dalam hidupnya. Kompetisi tersubut bisa dalam hal-hal yang bersifat negatif dan bisa juga bersifat positif tergantung tujuan atau kepentingan setiap individu. Kompetisi tersebut bisa dimulai dari pemilihan Sekolah/Madrasah yang dituju hingga akhirnya kedalam kompetisi di dalam sekolah, baik di tingkat kelas organisasi, kegiatan ekstrakulikuler, kompetisi antarmadrasah hingga di tingkat Nasional dan tertinggi di tingkat Internasional.
Untuk mengukur pencapaian prestasi akademik bagi seluruh peserta didik di Indonesia, maka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek, sebelumnya Kemdikbud) mengadakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yaitu ajang kompetisi tahunan dalam bidang sains bagi peserta didik SD, SMP, dan SMA serta yang sederajat di seluruh Indonesia. Kompetisi ini diadakan di kota yang berbeda-beda setiap tahunnya. OSN pertama kali diselenggarakan tahun 2002 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satu motif pelaksanaan OSN ini adalah kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade Fisika Internasional (IPhO – International Physics Olympiad) yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2002.
Sejak tahun 2020 OSN berganti nama menjadi Kompetisi Sains Nasional (KSN), dimana perubahan ini terjadi setelah Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim mendirikan Pusat Prestasi Nasional yang menaungi seluruh pelaksanaan lomba, kompetisi, dan festival di Indonesia, guna meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan ruang aspirasi serta apresiasi untuk pelajar dalam mewujudkan talenta emas Indonesia.
Madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama juga tidak mau ketinggalan untuk menunjukkan prestasi peserta didiknya. Oleh karena hal tersebutlah di tahun 2012, diselenggarakan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang merupakan kegiatan yang digelar dan diadakan oleh Kementerian Agama sebagai wahana membangun ghirah kompetisi sains di kalangan siswa madrasah. Pada awalnya yang mengikuti KSM adalah peserta didik tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Mata pelajaran yang dilombakan yakni Matematika, Biologi, dan Fisika untuk MTs serta Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Geografi, dan Ekonomi untuk MA. Kemudian pada 2013 siswa madrasah ibtidaiyah (MI) mulai diikutsertakan, dengan mata pelajaran yang dilombakan yakni Matematika dan IPA.
KSM telah menjadi ajang positif dalam membangun budaya kompetisi antarpeserta didik. Pada tahun 2016 ditambahkan soal materi keagamaan Islam yang diujikan untuk semua bidang, yang dibedakan menurut jenjang Pendidikan, dan pada tahun tersebut Madrasah mengikutsertakan Sekolah Umum seperti telah dijelaskan oleh Dirjen Pendis bahwa Kementerian Agama telah melakukan kesepakatan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bahwa ajang asah otak seperti KSM dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang diselenggarakan Kemendikbud sekiranya dapat diikuti oleh siswa-siswa dari Madrasah maupun sekolah umum.
Tujuan dari KSM ini adalah bagaimana melahirkan generasi-generasi muslim yang menguasi iptek yang bisa menguasai ilmu pengetahuan sehingga bisa berprestasi dan berdaya saing akan tetapi tidak mengesampingkan nilai-nilai Agama sebagai khitoh dan sebuah pendidikan itu tidak harus ada dikotomi antara sains dan Agama. Sains dan Agama harus beriringan sejalan dalam membangun sebuah budaya di negeri ini. Sebab ketika Sains dipisahkan dengan Agama, maka jangan salah jika banyak manusia yang berfikir secara parsial sehingga muncul adanya radikalisme ekonomi, politik, bahkan radikalisme Agama, dimana benih-benihnya sudah mulai muncul di negeri ini.
Kebijakan baru ditetapkan pada 2018, dengan berbasis teknologi dan seluruh bidang yang bersifat keilmuan murni diintegrasikan dengan ilmu-ilmu agama islam yang sesuai dengan bidangnya, seperti materi ilmu waris dalam bidang Matematika, sehingga seluruh bidang diberi label “terintegrasi”. Pada tahun ini pula untuk jenjang MTs bidang Biologi dan Fisika dilebur ke dalam IPA Terintegrasi, dan ditambahkan bidang IPS Terintegrasi. Integrasi sains dan konteks nilai-nilai Islam dalam KSM meliputi:
- Soal-soal sains dalam KSM dielaborasi dengan konteks ayat maupun kandungannya yang terdapat dalam Al Qur’an.
- Soal-soal sains dalam KSM menggali konsep serta terapan yang ada dalam Islam semisal zakat, falak, dan tema lainnya dimaksudkan agar siswa tetap mengkaji konsep keislaman dengan sains yang holistik;
- Soal keilmuan sains murni, ini dilakukan sebagai upaya tetap menyejajarkan siswa-siswa madrasah dengan siswa-siswa olimpiade sains di madrasah.
Berikut ini penulis lampirkan contoh soal Kimia pada saat seleksi di tingkat madrasah yang menggunakan Bahasa Inggris, sesuai dengan mata pelajaran yang penulis ampu.

Soal tersebut menunjukkan kebaharuan dalam KSM tahun 2021 pada pokok bahasan Termokimia yaitu menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa komunikasi Internasional. Hal tersebut bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menguasai Bahasa Inggris agar mampu bersaing dengan negara sahabat sehingga dapat Go Internasional.

Soal tersebut menampilkan gambar, struktur serta ayat dalam al Qur’an yang membutuhkan penalaran tingkat tinggi untuk menyelesaikannya. Dengan demikian, siswa yang dapat menyelesaikan soal-soal KSM ini adalah terbukti dekat dengan Al Qur’an dan cerdas akalnya.
Kegiatan KSM dimulai dari tingkat Satuan Pendidikan, KSM tingkat Kabupaten/Kota, KSM tingkat provinsi hingga KSM tingkat Nasional. Walapun masih dalam masa pandemi Covid-19 ini, siswa tetap harus difasilitasi agar senantiasa dilaksanakan aktifitas berkompetisi dan berprestasi dengan tetap menaati protokol kesehatan. Oleh sebab itu, kegiatan KSM tahun 2021 tetap dilaksanakan dengan menggunakan skema KSM secara daring untuk tingkat kabupaten/kota dan tingkat provinsi. Sedangkan untuk KSM Tingkat Nasional dilaksanakan secara luring di setiap kanwil atau tempat yang ditunjuk oleh kanwil Provinsi.
Pada tanggal 18 -19 September 2021, dilakukanlah seleksi KSM tingkat provinsi yang bertempat di MAN 4 Jakarta. MAN 10 Jakarta mengirimkan 3 utusannya yang berhasil lolos di tingkat Kabupaten/Kota yaitu Putri Narisa Zein (Juara 1 Fisika terintegrasi), Arika Fazira (Juara II Ekonomi terintegrasi) dan Marsha Ghinaa (Juara III Matematika Terintegrasi) dengan didampingi Koordinator KSM dan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan. Hari pertama kegiatan KSM dibuka oleh Plt. Kepala kanwil Kemenag DKI Jakarta dilanjutkan dengan simulasi untuk menguji kekuatan server dan adaptasi peserta terhadap lingkungan dan soal yang diujikan, esoknya dilakukan seleksi KSM tingkat Provinsi.

Pengumuman adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta maupun pembimbing dan segala unsur yang terlibat, karena akan diumumkannya juara 1 hingga juara harapan 3 masing-masing mapel yang diuji. Sedangkan juara 1 masing-masing mapel akan melaju mewakili Provinsi DKI Jakarta untuk tingkat Nasional. Tanggal 25 september 2021 pada pukul 03.56 dini hari tersiar pengumuman juara Provinsi melalui grup WA dan website https://ksm.kemenag.go.id/web/pengumumanprovinsi, berbahagialah para juara serta semua civitas akademika yang terlibat. Berikut penulis lampirkan para juara I setiap mata pelajaran dari tingkat SD/MI hingga SMA/MA

Selamat kepada kalian para juara, karena kalianlah yang terbaik untuk mewakili provinsi DKI Jakarta menuju juara Nasional KSM tahun 2021 pada tanggal 23 dan 24 Oktober 2021. Doa kami semua para pendidik, Tenaga Kependidikan, teman-teman dan keluarga menyertai kalian. Semoga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, sehingga DKI Jakarta bisa menyabet juara di tingkat Nasional. Dan, mudah-mudahan KSM ini menjadi bahan pemersatu NKRI disamping juga melahirkan generasi-generasi muslim yang intelektual. Aamiin. We proud of you.