Artikel
PENGEMBANGAN MEDIA E-LEARNING INTERAKTIF BERBASIS WEB DI MASA PANDEMI COVID-19 DI MTs NEGERI 1 LEBAK

PENGEMBANGAN MEDIA E-LEARNING INTERAKTIF BERBASIS WEB DI MASA PANDEMI COVID-19 DI MTs NEGERI 1 LEBAK

Fajar Satria Utama,S.Kom
Guru pada MTs Negeri 1 Lebak

Perkembangan teknologi dan ilmu komunikasi yang semakin pesat mengakibatkan teknologi menjadi kebutuhan dasar yang harus diketahui dan dipahami oleh setiap orang. Perkembangan teknologi sejalan dengan adanya perkembangan jaringan internet yang sangat pesat ditambah lagi dengan berbagi kemudahan yang ditawarkan membuat minat masyarakat teknologi dan internet semakin tinggi. Kemudahan yang ditawarkan dari perkembangan terknologi dan internet ini dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan Indonesia.

Kebijakan tentang pentingnya pendidikan dalam perspektif daya saing, peningkatan utamanya santa tergantung kepada kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Menurut Sutrisno (2011:42) “dalam memasuki abad ke-21, bisnis digita di berbagi sector mulai marak di banyak negara. Keadaan ini menyebabkan pergeseran paradigm pembelajran harus dihaadapi untuk mempersiapkan pendidikan menyongsong era global. Salah satu keterampilan di abad ke-21 menuntut terjadinya perubahan evolusi berpikir. Setiap siswa di abad ini, diharapkan memiliki keterampilan berpikir kritis high order thinking skill (HOTS), menari solusi, kreatif, berinovasi, komunikasi, kolaborasi, serta memiliki ketarmpilan informasi dan media (ICT literacy). Salah satu cara menjadikan siswa mampu memenuhi keterampilan tersebut dengan cara memanfaatkan teknologi yaitu komputer dan internet dalam proses belajar mengajar.

Banyak sekali manfaat teknologi yang telah dirasakan oleh setiap manusia. Menurut Warsita (2008:34) teknologi seperti komputer dapat digunakan sebagai media yang memungkinkan seseorang belajar secara mandiri dan memahami suatu konsep. Hal ini dikarenakan teknologi komputer mempunyai kemampuan untuk : a) menyimpan dan memanipulasi data alfanumerik; b) menampilkan beberapa operasi cara yang tepat; dan c) menkombinasikan tulisan, warna, gerak (animasi), suara dan video yang sanggup menyajikan proses interaktif.

Perkembangan teknologi komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi siswa untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan komputer baru berupa internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan terkini dalam bidang akademik tertentu (Rusman,dkk, 2012:106)

Teknologi informasi dan internet sudah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan kita sehari-hari, termasuk dalam bidang pendidikan. Internet merupakan media yang bersifat multirupa, pada satu sisi internet bisa digunakan untuk berkomunikasi secara interpersonal, bahkan internet juga memiliki kemampuannya untuk menyelenggarakan komunikasi tatap muka (telekonferensi), memungkinkan pengguna internet untuk berkomunikasi secara audio-visual sehingga dimungkinkan terselenggaranya komunikasi verbal maupun nonverbal secara real-time.

Manfaat internet bisa digunakan secara nyata dalam pembelajaran di sekolah karena memiliki karakteristik yang khas, yaitu : a) sebagai media interpersonal dan ijuga sebagai media massa yang memungkinkan terjadinya komunikasi one-to-one maupun one-to-many; b) memiliki sifat interaktif, dan c) memungkinkan terjadinya komunikasi secara sinkron (real-time) maupun tertunda (asynchronous) sehingga memungkinkan terselenggaranya ketiga jenis dialog/komunikasi yang merupakan syarat terjadinya suatu proses pembelajaran (Warsita,2008:148).

Berdasarkan observasi peneliti pada MTs Negeri 1 Lebak, menghadapi wabah pandemik Covid-19 ini bahwa pembelajaran secara daring (online) tidak efektif jika hanya mengandalkan komunikasi via WhatsApp yang terbatas hanya pengiriman gambar soal atau teks soal dalam grup-grup kelas yang tugas dikirimkan oleh Guru Mata Pelajaran masing-masing.  Tidak terjadi komunikasi dua arah antara siswa dan guru. Sehingga dibutuhkan system yang terintegrasi antara siswa dan guru sehingga pembelajaran bisa lebih interaktif dan real-time.

Media pembelajaran yang dikembangan adalah berbasis web yang bisa diakses dari mana saja secara online melalui komputer PC, laptop, tab Android, iPad Apple, dan Gadget Smartphone lain yang memiliki layanan web browser. Media pembelajaran online E-Learning ini bisa diakses melalui menu di website Utama Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lebak yaitu http://mtsn1lebak.sch.id, bisa juga diakses langsung untuk siswa http://belajar.mtsn1lebak.sch.id. Untuk Login memiliki pilihan sebagai siswa atau guru.

E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

Komponen yang membentuk e-Learning adalah:
1. Infrastruktur e-Learning: Infrastruktur e-Learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.

2. Sistem dan Aplikasi e-Learning: Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System (LMS). LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah dan universitas kita.

3. Konten e-Learning: Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Kemendikbud cukup aktif bergerak dengan membuat banyak kompetisi pembuatan multimedia pembelajaran. Pustekkom juga mengembangkan edukasi.net yang memgratiskan multimedia pembelajaran untuk SMP, SMA dan SMK. Juga mari kita beri applaus ke pak Gatot (Biro PKLN) yang mulai memberikan insentif dan beasiswa untuk mahasiswa yang mengambil konsentrasi ke Game Technology yang arahnya untuk pendidikan. Ini langkah menarik untuk mempersiapkan perkembangan e-Learning dari sisi konten.

Sedangkan Aktor yang ada dalam pelaksanakan e-Learning boleh dikatakan sama dengan proses belajar mengajar konvensional, yaitu perlu adanya guru (instruktur) yang membimbing, siswa yang menerima bahan ajar dan administrator yang mengelola administrasi dan proses belajar mengajar.

Dapat disimpulkan bahwa E-learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Perbedaan Pembelajaran antara Metode Tradisional dan Metode E-Learning yaitu pada Metode Tradisional, seorang guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuannya kepada siswa atau mahasiswa.

Sedangkan pembelajaran pada Metode E-Learning seorang siswa atau mahasiswa dituntut untuk dapat mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran dengan Metode E-Learning akan ‘memaksa’ pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya. Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri.

Semoga dengan pengembangan media pembelaran online (e-learning) ini bisa meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar di MTs Negeri 1 Lebak. Amin.